KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

WALI KOTA AMBON: PEJABAT ESELON 2 DAN 3 DIINSTRUKSIKAN JADI ORANG TUA ASUH ANAK STUNTING

11 Oktober 2022 | Berita, Media

AMBON- Para pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Provinsi Maluku diinstruksikan menjadi orang tua asuh bagi anak yang mengalami stunting. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pjs. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Kewajiban menjadi orang tua asuh bukan berarti membawa pulang anak-anak stunting untuk dirawat di rumah. Akan tetapi, setiap bulan orang tua asuh memberikan bantuan pemenuhan gizi, seperti susu, vitamin, protein hewani, dan lainnya.

Sebagaimana diberitakan Antara News, Pemkot Ambon langsung mengambil aksi nyata “membagi-bagikan” anak stunting kepada para pejabat agar mendapat perhatian khusus. Pihak Pemkot telah melakukan rekap data dari setiap organisasi perangkat daerah untuk menetapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menjadi orang tua asuh.

“Penjabat Wali Kota telah menginstruksikan seluruh ASN eselon dua dan tiga harus menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kota Ambon, Welly Party di Ambon, Selasa (4/10/2022).

Selain menginstruksikan ASN, Pjs. Wali Kota Ambon juga menggerakkan para pelaku usaha untuk mendukung upaya penanggulangan stunting dan masalah gizi anak di Kota Ambon. Aksi nyata diambil oleh Kota Ambon karena tingginya prevalensi stunting di kota itu. Kini, Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan 38 nagari/ kelurahan sebagai lokus penanganan kasus stunting pada tahun 2022.

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan, prevalensi stunting Kota Ambon tahun 2018 tercatat 31,26 persen. Pada tahun 2021 mengalami penurunan tajam menjadi 21,8 persen.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Ambon, Debbie Louhenapessy meminta para pemangku kepentingan mengarahkan program-program kesehatan dengan mendahulukan kesejahteraan para ibu. Stunting adalah mata rantai yang diawali dari pola makan yang dikonsumsi selama ibu mengandung, melahirkan, hingga pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Maka, pemerintah harus membuat program agar para ibu hamil dan anak stunting lebih merasa diperhatikan,” katanya. “Saya harap jangan cuma ada dana, baru mau bergerak. Bekerjalah dari hati. Tunjukkan rasa kecintaan kepada anak-anak kita yang mengalami masalah stunting,” sarannya. (mjr/mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait