KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

TIM SETWAPRES DAMPINGI PELAKSANAAN INTERVENSI SERENTAK DI KALIMANTAN BARAT

11 Juni 2024 | Berita, Media


Tim Sekretariat Wakil Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pengawalan dan pemantauan pelaksanaan Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di provinsi ini. Kunjungan ini akan berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 13 Juni 2024. Ada lima kabupaten dan kota yang dimonitoring di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Gerakan Pengukuran Dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Presiden yang disampaikan pada Rapat Tingkat Tinggi Menteri yang digelar di Istana Wakil Presiden, 19 Maret 2024 yang lalu. Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program di Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas hingga Desa untuk dapat menyisir seluruh sasaran dan melakukan intervensi yang sesuai standar agar hasil yang didapatkan akurat dan cakupan layanan yang diterima oleh sasaran meningkat.
Ikut serta dalam rombongan Tim Setwapres adalah Asisten Deputi PSDM, Ibu Tuti Sukardi. Di hari pertama ini, Ibu Asdep berkenan mengunjungi Kabupaten Landak. Disela-sela kunjungannya, Tuti mengemukakan harapan di balik kegiatan intervensi serentak ini.

“Melalui gerakan ini diharapkan 100% sasaran ibu hamil, balita dan calon pengantin mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi dini dan edukasi, serta intervensi bagi ibu hamil, balita dan catin bermasalah gizi dalam rangka mencegah munculnya kasus stunting baru sehingga Indonesia bebas stunting dapat segera terwujud” tutur Tuti.
Kehadiran tim Kemensetneg Satwapres disambut baik Pemerintah Kabupaten Landak, melalui Pj. Bupati Landak Dr. Gutmen Nainggolan, diharapkan kunker itu dapat memberikan dampak positif dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Landak.

“Kami sangat berharap banyak atas intervensi pengawalan pengukuran serentak pencegahan stunting ini, apa lagi ini dari pusat agar bisa melihat langsung seperti apa di lapangan, ”ucap Pj Bupati Landak, saat acara ramah tamah bersama Tim Setwapres.
Sementara itu di Kota Pontianak, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain beserta jajaran bersama dengan Tim Setwapres melakukan pemantauan Intervensi Serentak di Posyandu Anggrek, Kelurahan Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa.

Zulkarnain mengatakan, kedatangan TPPS Pusat ini menjadi angin segar untuk penurunan stunting di Kota Pontianak. Mengingat angka stunting di Kota Pontianak yang turun secara signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Hal serupa juga terlaksana di Kabupaten Kubu Raya, Penjabat Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman mengutarakan pihaknya siap mensukseskan dan intervensi serentak pencegahan stunting di Kalimantan Barat.

“Pemda Kubu Raya siap mensukseskan pemantauan dan intervensi serentak pencegahan stunting di Kalimantan Barat, dan salah satunya Kubu Raya, berkolaborasi dengan Tim dari Setwapres” ucap Kamaruzaman.
Pernyataan komitmen untuk mensukseskan Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting juga datang dari Pemkot Singkawang.

“Kota Singkawang siap menyambut tim pusat dalam rangka pelaksanaan gerakan intervensi serentak stunting di Kalimantan Barat,” Kata Pj Sekda Kota Singkawang Aulia Candra. Aulia Chandra menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Singkawang akan menyiapkan 2 Posyandu yang nantinya sebagai lokasi pemantauan.

“Nanti pada saat pemantauan tidak ada yang dimanipulasi, begitulah adanya di lapangan sehingga harapannya ada intervensi baik dari pusat terkait hal yang menjadi kendala di lapangan selama ini,” lanjutnya.
Sementara itu, di Kabupaten Mempawah, Intervensi Serentak Penurunan Stunting, pada hari pertama kunjungan Tim Setwapres dipusatkan di Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (10/6/2024). Pj Bupati Mempawah, Ismail hadir langsung pada giat tersebut. Pada kesempatan itu juga dilakukan launching Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kelapa Hibrida.

Ismail mengatakan, pemerintah sedang menginstruksikan kegiatan intervensi pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita, dan calon pengantin.
“Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran, dan melakukan intervensi segera bagi yang memiliki masalah gizi, serta meningkatkan cakupan sasaran ke posyandu,” ucapnya.

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait