KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Terima Delegasi Laos, Indonesia Berbagi Strategi Turunkan Stunting

4 September 2023 | Berita, Media, Siaran Pers

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi (kanan) menerima Ketua Delegasi Laos Mr. Phonepaseuth Ounaphom (kiri) di Jakarta, Senin (4/9/2023).

JAKARTA (stunting.go.id)- Delegasi negara Laos mendapat sambutan selamat datang dari Pemerintah Indonesia dalam kunjungan studi tentang strategi percepatan penurunan stunting, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Senin (4/9/2023).

Sebanyak 17 utusan resmi Pemerintah Laos, yang terdiri dari para pejabat eselon 1 dan 2 dari lima kementerian di Laos akan belajar dari Indonesia tentang strategi penganggaran dan aksi nasional percepatan penurunan stunting, selama empat hari, 4-7 September 2023. Dalam delegasi ini ada pula utusan Uni Eropa, Bank Dunia, dan GIZ.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengatakan pemerintah Indonesia siap membantu Laos dalam aksi penurunan stunting. Indonesia telah belajar dari Peru pada 2016, dan saat ini telah memiliki praktik baik yang dapat dibagikan untuk negara lain yang membutuhkan.

“Kami menyambut gembira utusan Laos, dan akan membantu semaksimal mungkin agar stunting dapat sama-sama diturunkan secara nasional dan regional,” ungkapnya saat memberikan wellcoming speech di depan para tamu dan perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat.

Saat ini Indonesia telah dapat menurunkan prevalensi stunting dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Angka ini ditargetkan turun lagi hingga pada angka 14 persen pada tahun 2024. Ini artinya, Indonesia dapat menurunkan stunting sebesar 9,2 persen poin dalam empat tahun, atau satu setengah kali lebih cepat dari pada periode 2013 – 2018. “Saya akan sampaikan detail yang kami lakukan dan hasilnya kepada Anda semua pada sesi nanti,” kata Suprayoga Hadi.

Salah satu kunci sukses Indonesia adalah menata kelembagaan percepatan penurunan stunting yang terdiri dari 20 kementerian dan lembaga negara serta menentukan strategi nasional. Terdapat lima pilar yang dibangun dan senantiasa diperkuat, yakni komitmen berkelanjutan, peningkatan literasi masyarakat, konvergensi dan keterpaduan lintas sektor, pemenuhan gizi yang tepat, dan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi.

Direktur Jenderal pada Kementerian Kesehatan Republik Laos, Mr. Phonepaseuth Ounaphom, mengatakan negaranya membutuhkan pembelajaran dari negara tetangga yang mengalami masalah serupa.

“Kami memiliki kebiasaan makan dengan gizi tidak seimbang, karena berbagai sebab. Untuk itu kami perlu belajar banyak hal untuk diterapkan di negara kami,” katanya.

Phonepaseuth yang juga menjabat sebagai Komite Nutrisi Nasional pada Kementerian Kesehatan ini melihat Indonesia telah memiliki strategi dan pola penganggaran yang terstruktur hingga ke tingkat desa. “Padahal kami hanya memiliki sistem anggaran sampai tingkat kabupaten,” tambahnya.

Atas kunjungan ini, akan ada banyak hal yang dapat dipelajari dari Indonesia nanti. Di Laos, saat ini prevalensi stunting mencapai 33% pada 2022 menurut Unicef. (mjr.mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait