KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Korps Adhyaksa Turun Tangan Bantu Keluarga Sasaran Penurunan Stunting

30 Agustus 2023 | Berita, Media

Sebuah acara pembagian bantuan makanan tambahan bagi warga sasaran program stunting di Singkawang, Kalimantan Barat. (Foto: Humas Polri)

PADANG (stunting.go.id)- Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat bersama Kejaksaan Negeri Pasaman Barat (Pasbar) menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada keluarga berisiko stunting di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Bantuan ini ditujukan untuk membantu keluarga-keluarga yang menjadi sasaran program percepatan penurunan stunting.

Bantuan yang diberikan adalah 100 paket makanan tambahan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga membagikan makanan tambahan kepada keluarga yang berisiko stunting di Pantai Sikabau, Kecamatan Parit Koto Balingka, bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 tahun 2023, (19/7/2023).

Saat itu, Kejari Pasbar memberikan 300 paket makanan tambahan berisi telur, susu, daging ayam, dan makanan bergizi lainnya kepada kelompok balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin. Program ini dilakukan beriringan dengan program lain, seperti penguatan perencanaan dan penganggaran, peningkatan kualitas pelaksanaan, peningkatan kualitas pemantauan, evaluasi dan pelaporan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam percepatan penurunan stunting.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Asnawi, mengungkapkan kegiatan ini adalah bakti sosial elemen kejaksaan yang peduli dengan kondisi kekurangan gizi yang masih menimpa masyarakat kelas bawah. “Salah satu faktor penyebab stunting adalah karena minimnya asupan gizi. Untuk itu, hari ini kami menyerahkan lebih dari 100 paket makanan tambahan bagi keluarga berisiko stunting,” katanya, Selasa (29/8/2023).

Dalam penanganan stunting diperlukan perhatian dan edukasi semua pihak, termasuk institusi yang dipimpinnya juga turut mengambil peran aktif. Persoalan stunting merupakan masalah nasional yang memerlukan komitmen semua pihak. “Kajari Pasaman Barat dan ibu juga sebagai bapak dan bunda asuh stunting sehingga perhatian terhadap stunting akan terus dilakukan,” jelasnya.

Angka prevalensi stunting di Pasaman Barat tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, dengan angka 35,5% menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Posisinya di atas Kabupaten Kepulauan Mentawai (32%), Kabupaten Solok Selatan (31,7%), Kabupaten Sijunjung (30%), dan Kabupaten Pesisir Selatan (29,8%). (mjr.mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait