KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Pelatihan Guru PAUD Secara Daring: Upaya Penurunan Stunting di Masa Pandemi

7 April 2021 | Berita

Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)/Stranas Stunting menyebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) adalah salah satu intervensi sensitif pada pencegahan stunting, khususnya pada peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak. Investasi pada pendidikan di usia dini, khususnya pada 0-2 tahun, akan membantu perkembangan otak anak, yang akan melengkapi pertumbuhan fisiknya. Ketika anak tumbuh dengan asupan gizi yang baik, stimulasi untuk perkembangan otak dan motoriknya juga perlu dirangsang, sehingga dia tumbuh dengan optimal dan terhindar dari stunting. Perlu dicatat, bahwa prevalensi stunting meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak. Oleh karenanya, perlu edukasi tentang pentingnya asupan gizi, pola asuh, dan pola sanitasi yang baik sedini mungkin kepada orang tua maupun anak.

Sejak 2019, Kemdikbud telah memasukkan menu gizi pada modul pelatihan guru PAUD. Selanjutnya, Kemdikbud telah melatih 3.692 pelatih guru PAUD dan telah melakukan pelatihan Guru PAUD di desa yang sensitif gizi, di 20 kabupaten/kota dari 200 kabupaten kota prioritas.

Ketika pandemi melanda Indonesia pada bulan Maret 2020, pelatihan yang dilakukan pun diarahkan untuk dilakukan secara daring. Dalam upaya memastikan pelatihan bisa dilakukan dengan baik, Kemdikbud melakukan pilot pelatihan guru PAUD di Kab. Purbalingga, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kab. Penajam Paser Utara, dan Kab. Lombok Utara. Pelaksanaan kegiatan ini dididukung Sekretariat Wakil Presiden dan bekerja sama dengan PP PAUD Dikmas Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pilot ini diselenggarakan selama bulan Maret 2021.

Pada tanggal 5-7 April 2021, Kemdikbud menyelenggarakan Workshop Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pilot Project Pelatihan Guru PAUD Secara Daring di Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian proses penguatan kualitas guru PAUD melalui Program Pelatihan Guru PAUD dengan  Materi Sensitif Gizi (pencegahan stunting).

” PAUD penting untuk penanganan stunting, karena jika mereka terlibat dalam PAUD – anak-anak ini bisa dipantau (perkembangannya) secara periodik. Rasio tingkat partisipasi PAUD masih terlalu rendah, ini menjadi tantangan.” Kata Deputi Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi.

Suprayoga menambahkan bahwa PAUD merupakan bagian dari intervensi prioritas pada penurunan stunting. PAUD juga merupakan bentuk sinergi antar pihak yaitu dunia usaha, masyarakat, universitas, dan organisasi profesi, mitra pembangunan, dan media.

Dalam acara pembukaan workshop, sejumlah peserta dan narasumber menyampaikan kesan atas pelaksanaan pelatihan secara daring ini. Narasumber pelatihan PAUD dari Kabupaten Cianjur, Ine Rahaju mengungkapkan bahwa pelatihan yang dilakukan berlangsung sangat baik dan mendorong kerja kolaborasi antara peserta, panitia penyelenggara, dan nara sumber pelatihan. Namun diharapkan pihak yang terlibat dapat lebih paham teknologi informasi (IT).

Sedangkan peserta pelatihan dari Kabupaten Lombok Utara, Siti Mariam menyatakan apresiasinya karena kegiatan ini bisa memberikan wawasan bagi Guru PAUD. Namun masih terdapat hambatan teknologi untuk mengikuti workshop secara daring. “Tempat tinggal saya di pegunungan, jadi sinyal sulit sekali. Kita harus berusaha keras untuk bisa mengikuti kegiatan ini (secara virtual),” kata Siti Mariam.

Sebagai pendukung pelaksanaan pilot di kabupaten/kota, Edi Suswantoro dari PP PAUD Dikmas Jabar menjelaskan telah berupaya untuk mencari solusi dari hambatan sinyal di daerah terpencil.   “Sinyal memang di luar kendali kami, meski sudah diantisipasi – misalnya dengan nobar (mengikuti sesi pelatihan secara bersama). Namun hasil pre dan post test secara umum menunjukkan peningkatan pengetahuan, jadi pelatihan ini sangat berguna” jelas Edi.

Pujiarto, Koordinator Pokja Transformasi dan Kepemimpinan , GTK PAUD, Kemdikbud menyoroti bahwa  dukungan sarana dan prasarana (terutama kuota) yang harus menjadi perhatian, karena membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, durasi pelatihan juga harus diperhatikan agar pelatihan bisa lebih efektif dan efisien. Walaupun begitu, pelaksanaan pelatihan secara daring layak untuk dapat dilanjutkan.   “Luar biasa kalau mendengar pendapat dari peserta, narsum, penyelenggara. Bisa disimpulkan, bahwa ini layak dilanjutkan untuk bisa diimplementasikan. Setelah pilot ini selesai, diharapkan bisa diterapkan di seluruh kabupaten/kota,” ungkap Pujiarto.

Pendapat serupa juga disampaikan Suprayoga. Dirinya menyampaikan bahwa pilot pelatihan daring ini dapat dilanjutkan meskipun masih ada yang perlu diperbaiki. “Terima kasih sudah menjadi contoh, karena semuanya bisa menunjukkan bahwa ini perlu dilanjutkan, disempurnakan, diperbaiki, dan lainnya. Dari peserta, nara sumber, fasilitator dan penyelenggara. Beberapa hal perlu ditindaklanjuti, sehingga perbaikan yang direncanakan sudah terselenggara pada waktu yang telah ditentukan. Kendala yang generik dan spesifik harus dicarikan jalan keluarnya.” kata Suprayoga.

Suprayoga juga menekankan perlunya penyusunan rencana untuk pelatih mulai melatih, termasuk targetnya. Ini perlu dilakukan agar dapat dimasukkan ke dalam proses perencanaan anggaran di Musrembang dan menjadi kegiatan yang akan segera dilaksanakan.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan
Kebijakan Peningkatan Kapasitas dan Sistem Pemantauan Pendidik PAUD dalam Percepatan Pencegahan Stunting
Overview Pilot Project Pelatihan Online Pendidik Paud
Evaluasi Pelaksanaan Pilot Project Peningkatan Kompetensi Pendidik Paud Secara Daring
Program Direktorat PAUD dalam mendukung Program Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil
Pilot Project Lombok Utara, Penajam Paser Utara, Purbalingga
BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait