KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Ormas Keagamaan dan Tokoh Agama Diminta Terlibat Lebih Intens pada Program Percepatan Penurunan Stunting

9 Agustus 2023 | Berita

JAKARTA (stunting.go.id)— Organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berciri khas keagamaan diminta mengambil peran strategis dalam percepatan penurunan stunting secara nasional. Selain Ormas keagamaan secara institusi, peran individu yang berkiprah dalam bidang agama juga diperlukan. Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa, mendesak para influencer keagamaan memberi pengaruh kepada masyarakat agar lebih aware tentang bahaya stunting.

“Pendekatan tokoh agama, seperti ulama, pendeta, dan pastor diperlukan sebagai sebagai advocator, educator, dan penggerak masyarakat untuk percepatan penurunan stunting,” katanya saat menjadi narasumber dalam pertemuan Koordinasi Penyusunan Program Prioritas Bidang Pendidikan Kementerian Agama di Hotel Orchardz Industri, Jakarta, (8/8/2023).

Selama ini, sebenarnya instansi keagamaan telah menunjukkan perannya. Selain Kementerian Agama, ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Komunitas Hindu, KWI, PGI, Komunitas Budha, dan lainnya. Namun, bukan berarti peran serta elemen keagamaan berhenti sampai di situ. “Untuk Kemenag, kami harapkan dukungan melalui Bimas Islam, Bimas Kristen, Bimas Katolik, Bimas Budha, dan Bimas Hindu,” imbuh Jelsi Natalia.

Dari pengamatannya, kolaborasi antar kementerian dan lembaga pemerintah telah menunjukkan kerja sama yang baik dalam aksi nasional percepatan penurunan stunting. Sejauh ini bahkan perguruan tinggi keagamaan telah mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan capaian indikator intervensi spesifik dan sensitif. Organisasi dan perguruan tinggi keagamaan merupakan potensi yang besar karena mempunyai massa yang banyak dan sampai tingkat desa.

Kemenko PMK mendorong Kementerian Agama untuk melakukan akselerasi agar organisasi keagamaan juga ambil bagian dalam gerakan kongkret yang mengintervensi pada kelompok remaja putri, ibu hamil, dan balita.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, mengungkapkan kegiatan organisasi keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan bukan hanya pada kegiatan bimbingan spiritual, akan tetapi juga pada kegiatan lain yang memerlukan penguatan dan dukungan dari mitra. Organisasi keagamaan memiliki unit kerja hingga ke level masyarakat terbawah, dan dalam skala tertentu telah melakukan mobilisasi untuk menekan angka stunting.

Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) pernah mengundang para juru dakwah dan penyuluh agama datang ke Istana Wapres dalam acara Halaqoh Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting, (06/10/2022). Wapres meminta mereka terlibat aktif dalam program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini. “Peran da’i, da’iyah, dan penyuluh agama saya kira sangat vital, sebab mereka hadir langsung di tengah komunitas. Khotbah, ceramah, dan tausiah dapat menjadi media pendidikan yang efektif untuk meneruskan pesan-pesan kebaikan kepada umat, termasuk edukasi bahaya stunting dan cara mencegahnya,” tegas Wakil Presiden selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat. (mjr.mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait