KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Mendongkrak Kesadaran Publik, Pemprov Sumbar Kampanye Cegah Stunting di Sentra-sentra Populasi Massa

27 Oktober 2022 | Berita, Media

SOLOK SELATAN (https://stunting.go.id) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencoba cara yang lebih masif dalam menanamkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap stunting, dengan cara mengampanyekan langsung pada sentra-sentra populasi massa. Pada Minggu (23/10/2022) lalu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Bupati Solok Selatan mendatangi PT. Supreme Energy di Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan. Mereka mengampanyekan kesadaran hidup sehat dan memberi edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting.

Kegiatan ini sudah menyasar beberapa perusahaan, beberapa pesantren, sekolah-sekolah, dan masyarakat secara luas. Di tempat-tempat itu, Gubernur mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Menurut Gubernur Sumbar, penurunan angka stunting harus dilakukan secara gotong royong, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, media, universitas, hingga orang tua. “Kesadaran publik sangat penting, agar sumber daya manusia Sumbar ini semakin sehat dan berkualitas,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia adalah pilar utama pencapaian visi Indonesia 2045, yaitu manusia Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, damai dalam interaksi sosial dan berkarakter kuat, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alam dan memiliki peradaban unggul.

“Ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan sari pembangunan nasional dan akan sulit tercapai jika masalah gizi di Indonesia tidak diatasi serius,” tandasnya.

Oleh karena itu, Gubernur meminta semua bupati dan wali kota di Provinsi Sumatera Barat harus terlibat aktif dalam percepatan penurunan stunting ini. Begitu juga lintas sektoral bekerja dan bersinergi melakukan pencegahan stunting.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, dalam kesempatan yang sama mengatakan peran perusahaan sangat penting dalam pembudayaan hidup bersih dan sehat, antara lain dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan perusahaan.

“Budaya hidup sehat tidak akan optimal apabila tidak ada ketersediaan infrastruktur. Seperti air bersih, MCK, dan sanitasi yang layak. Kami berharap pihak perusahaan membantu penyediaan infrastruktur dimaksud untuk masyarakat di sekitar perusahaan,” harapnya.

Di antara faktor yang dapat mengurangi stunting adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta sanitasi yang baik. Selain itu, kecukupan gizi juga menjadi faktor yang signifikan memengaruhi kasus stunting.

Kondisi stunting di Provinsi Sumatera Barat periode 2013-2019 menunjukkan penurunan prevalensi dari 39,2 persen pada tahun 2013 (Riskesdas 2013) menjadi 29,2 persen pada tahun 2018 (Riskesdas 2018). Angka ini menurun lagi menjadi 27,5 persen pada tahun 2019 berdasarkan data SSGBI 2019. Terakhir, hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka prevalensi stunting 23,3% pada tahun 2021. (mjr/mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait