KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Kunjungi Posyandu di Banjarbaru Kalsel, Ibu Wury Ma’ruf Amin Minta Laki-laki dan Perempuan Dukung Ibu Beri ASI Eksklusif

11 Agustus 2022 | Berita, Media

Kota Banjarbaru—Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. Di antaranya, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat, dan Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin  memastikan Posyandu berjalan secara aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya, terutama dalam melakukan deteksi dini dan penanganan Balita stunting.

Hal ini dilakukan dalam kunjungannya ke Posyandu Kenanga Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, usai meresmikan OPOP Ekspo Kalimantan 2022, Kamis, 11 Agustus 2022.

Momen kunjungan Wapres dan Ibu Wury Ma’ruf Amin ke Posyandu pada bulan Agustus ini bertepatan dengan momen Bulan Timbang, Ukur, dan Pemberian Vitamin A di Posyandu. Sebagaimana diketahui, penimbangan dan pengukuran merupakan salah satu upaya penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak terutama Balita, sebagai upaya deteksi dini stunting. Selain itu, bulan Agustus ini juga, tanggal 1-7 Agustus, adalah Pekan ASI Sedunia.

Dalam kunjungan kali ini, Wapres dan Ibu Wury Ma’ruf Amin didampingi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarbaru dan istrinya Vivi Zubedi, petugas kesehatan, kader Posyandu, guru PAUD, serta masyarakat pengunjung Posyandu. Wapres dan Ibu Wury Ma’ruf Amin juga berdialog dengan mereka.

Dalam kunjungannya, Ibu Wury Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa asupan ASI Eksklusif untuk bayi usia 0-5 bulan sangat berharga. Selama enam bulan pertama, bayi cukup diberikan ASI saja tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain, termasuk air putih.

ASI, menurutnya, adalah sumber asupan gizi bagi bayi baru lahir. Masa enam bulan ini adalah periode emas bagi perkembangan anak sampai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  “Saya minta kita semua, laki-laki dan perempuan, mendukung ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada anaknya secara sempurna,” tegasnya.

Seperti diketahui, ASI eksklusif adalah asupan gizi terbaik untuk bayi baru lahir hingga mencapai usia enam bulan. ASI merupakan cairan hidup karena mengandung sel darah putih, zat kekebalan, enzim, hormon, dan protein yang cocok untuk bayi. ASI juga mengandung lemak dan protein, sehingga penting bagi pertumbuhan fisik bayi. Antibodi dalam ASI juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh bayi, sehingga tidak mudah terkena penyakit. Lebih dari itu, pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko stunting.

Namun, Kementerian Kesehatan mencatat persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58% pada 2021. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62%. Namun, sebagian besar provinsi masih memiliki persentase pemberian ASI eksklusif di bawah rata-rata nasional. Gorontalo tercatat sebagai provinsi dengan persentase terendah, yakni hanya 52,75%. Provinsi Kalimantan Selatan berada pada urutan keenam terendah, yakni 60,27 persen, setelah Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua Barat, dan Kepulauan Riau (BPS, 2021). (mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait