KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

KOTA DENPASAR TARGETKAN PREVALENSI STUNTING TURUN HINGGA DI BAWAH 5%

30 September 2022 | Berita, Media

DENPASAR- Menyongsong tahun 2023, Pemerintah Kota Denpasar telah membuat strategi percepatan penurunan stunting untuk diterapkan selama satu tahun mendatang. Hal itu diungkapkan dalam Rembung Stunting di Hotel Grand Palace Sanur Bali pada Kamis (29/9/2022).

Prevalensi stunting Kota Denpasar tahun 2021 berdasarkan SSGI sebesar 9%. Angka tersebut tergolong rendah secara nasional. Meski begitu, Pemerintah Kota Denpasar tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai target di bawah 5%.

Asisten II Sekda Kota Denpasar, AA Gede Risnawan meminta komitmen semua pihak terus dijaga terkait intervensi gizi spesifik dan gizi sensiitif. “Kami meminta warga, terutama para pengantin baru, agar mempunyai komitmen dalam hal menjaga pola hidup yang sehat dan makan bergizi, sehingga anak yang akan dilahirkan berkualitas,” katanya.

Rembung Stunting adalah salah satu dari delapan aksi konvergensi penanganan stunting. Untuk tahun depan, lokasi fokus prioritas sudah ditentukan, sehingga bisa lebih efektif. Untuk lokasinya, tahun depan ada 16 desa/kelurahan.

Dalam kesempatan itu, AA Gede Risnawan mengatakan, kondisi stunding di Kota Denpasar terus membaik. Dari tahun 2020 ke tahun 2021, angka prevalensi stunting turun dari 10,9 persen menjadi 9,28 persen. “Angka-angka ini bukan hal yang memalukan, namun akan menjadi penyemangat bagi kami,” katanya.

Secara umum, Bali masih menjadi provinsi dengan angka stunting terendah. Namun dari sembilan kabupaten/kota yang ada, terdapat empat kabupaten dengan kasus stunting yang tinggi se-Provinsi Bali.

Empat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Karangasem dengan Balita penderita stunting sebanyak 22,9 persen, kemudian Kabupaten Klungkung 19,4 persen, Kabupaten Jembrana 14,3 persen dan disusul Kabupaten Bangli 11,8 persen berdasarkan data SSGI tahun 2021. (mjr/mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait