KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Stunting Masuk Isu Krusial di Muktamar, Aisyiyah Tawarkan Rumah Gizi

17 November 2022 | Berita, Media

Sebuah acara penanganan stunting di Rumah Gizi Aisyiyah, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Aisyiyah.or.id

SURAKARTA (stunting.go.id)- Penurunan stunting menjadi salah satu isu krusial yang dibahas di Muktamar Aisyiyah ke-48 di Surakarta, Jawa Tengah. Organisasi perempuan di bawah Ormas Muhammadiyah ini pada Muktamar tahun 2022 mengusung tema “Perempuan Berkemajuan, Mencerahkan Kehidupan Bangsa” dengan membawa 10 isu strategis yang dibahas dalam sidang utama di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan melibatkan 1000 peserta.

Adapun 10 isu strategis tersebut meliputi: penguatan peran strategis umat Islam dalam mencerahkan bangsa; menguatkan perdamaian dan persatuan bangsa; pemilihan umum yang berkeadaban menuju demokrasi yang substantif; optimalisasi pemanfaatan digital untuk mengatasi kesenjangan dan dakwah berkemajuan; menguatkan literasi nasional; ketahanan keluarga; penguatan kedaulatan pangan untuk pemerataan akses ekonomi; penguatan mitigasi bencana dan dampak perubahan iklim; akses perlindungan bagi pekerja informal; dan stunting.

Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, masuknya isu stunting ke arena Muktamar Aisyiyah, karena persoalan kekurangan gizi kronis yang memengaruhi tumbuh kembang anak ini masih menjadi persoalan serius di Indonesia. “Target penurunan stunting yang harus dicapai dua tahun lagi tentu memerlukan kerja keras dan kolaborasi banyak pihak, baik itu pemerintah, termasuk organisasi masyarakat, seperti Aisyiyah,” kata Noordjannah, Kamis (17/11/2022).

Noordjannah mengatakan, organisasi yang dipimpinnya memahami bahwa pencegahan stunting harus menjadi prioritas agar cita-cita pembangunan Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas pada tahun 2045 terealisasi.

Untuk itu, Aisyiyah mengusulkan optimalisasi program Rumah Gizi. Rumah Gizi atau Nutrition House adalah platform program yang sudah dikembangkan oleh Aisyiyah melalui Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA). Namun, Rumah Gizi ini baru dibangun di beberapa daerah saja.

Terdapat tujuh program dalam Rumah Gizi, di antaranya adalah edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun remaja perempuan. Dalam rumah gizi, ada pula konseling gizi maupun konseling menyusui. Selain itu, di rumah gizi juga mengajarkan perihal pengolahan makanan bergizi hingga pemberian makanan bergizi. Pemanfaatan lumbung gizi berupa kebun, kolam, atau ternak untuk memenuhi kebutuhan sumber gizi juga diajarkan. Sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi corcern Rumah Gizi Aisyiyah.

Apa yang dilakukan Aisyiyah melalui Rumah Gizi tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada lima pilar strategi percepatan penurunan stunting. Secara khusus, Rumah Gizi akan berkontribusi pada pilar kampanye dan perubahan perilaku serta ketahanan pangan.

Sekretaris Pimpinan Pusat Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah mengatakan, pendekatan berbasis komunitas sangatlah penting mengingat Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya bersifat komunal. “Itu dapat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pencegahan stunting bagi suami maupun anggota keluarga yang terlibat dalam pengasuhan. Suami pun dapat dilatih melakukan pijat oksitosin bagi istrinya agar memperlancar proses menyusui,” ungkapnya.

Aisyiyah menemukan, masih banyak warga miskin dengan anggota keluarga stunting yang belum menjadi peserta program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan pangannya. Ini menjadi bidang garapan Aisyiyah yang perlu didesakkan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dari kompleksnya penyebab stunting, Aisyiyah menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dan menyentuh pada akar masalah. (mjr/mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait