KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Kota Jayapura Tetapkan 20 Persen dari APBD untuk Percepatan Penurunan Stunting

20 Oktober 2023 | Berita, Media

Sebuah acara penurunan stunting di yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK di Papua. (Foto: Cepos Online)

JAYAPURA (stunting.go.id)- Pemerintah Kota Jayapura menetapkan anggaran 20 persen untuk program percepatan penurunan stunting. Penetapan anggaran ini mulai berlaku pada APBD Perubahan 2023. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura, Yanti Desy Wanggai mengungkapkan, keputusan ini diambil usai rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Jayapura. “Jadi alokasi 20 persen ini merata pada masing-masing OPD,” katanya di Jayapura, Jumat (20/10/2023).

Alokasi anggaran 20 persen adalah angka yang besar, karena APBD Jayapura tahun 2023 adalah 1,7 triliun. Ketentuan 20 persen ini sudah menjadi kebijakan Pj. Wali Kota Jayapura untuk menurunkan angka stunting di daerahnya.

Tidak hanya porsinya yang sudah ditetapkan, bentuk belanjanya juga sudah ditentukan oleh Pemerintah Kota Jayapura. Menurut Desy, alokasi anggaran ini nanti akan digunakan semaksimal mungkin untuk bantuan kepada warga sasaran program. “Untuk anggaran stunting di masing-masing OPD ada di dalam rekening belanja barang yang nantinya diserahkan kepada masyarakat. Di situ sudah tertuang item-item bantuan yang akan diserahkan kepada anak yang stunting dan keluarganya,” imbuh Desy.

Untuk menangkap anggaran yang besar ini, semua Posyandu akan lebih dioptimalkan perannya. Posyandu akan lebih dimaksimalkan kerja samanya dengan duta stunting kelurahan dan tim ahli gizi dari Puskesmas. Lebih lanjut disebutkan, bantuan-bantuan akan diberikan dan dikelola oleh tim yang ada di Puskesmas dan kelurahan sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan dalam TPPK.

Menurut Dinas Kesehatan Kota Jayapura, sebanyak 20,65 persen atau 1.489 anak di daerah itu menderita stunting. Data tersebut berdasarkan perhitungan dari sistem aplikasi online elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGM) pada 30 April 2023.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat dan UNICEF untuk melaksanakan aksi bergizi di sekolah. Dalam pelaksanaan aksi bergizi, para siswa akan diberikan sarapan pagi bersama, kemudian diberikan tablet tambah darah bagi remaja putri. Selain itu juga dilakukan penanganan terhadap ibu hamil dan anak-anak guna mencegah stunting dengan memastikan kecukupan kebutuhan gizi mereka. (mjr.mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait