KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Kampus Bimbing UMKM Mengolah Ikan dan Daun Kelor untuk Turunkan Stunting

28 Agustus 2023 | Berita, Media

Sosialisasi pengolahan produk perikanan untuk pencegahan stunting di SMKN 4 Probolinggo (27/8/2023). (Foto: RRI)

MALANG (stunting.go.id)- Pakar teknologi hasil perikanan Universitas Brawijaya (UB), Prof. Sukoso, Ph.D memberikan edukasi soal diversifikasi produk perikanan yang memiliki peran penting untuk mencegah stunting pada anak-anak. Sosialisasi ini disampaikan kepada para pelaku usaha di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur.

Pada kesempatan sosialisasi yang bertempat di SMK Negeri 4 Probolinggo, Minggu, (27/8/2023) lalu, di depan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dan siswa SMK Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), Sukoso menjelaskan potensi hasil perikanan yang memiliki nilai gizi besar yang juga dapat dijadikan produksi komersial. Bahan makanan tersebut juga menjadi sumber gizi bernilai tinggi yang mudah dibudidayakan dan disukai rasanya.

Selain memamerkan tentang manfaat sumber daya perikanan, sosialisasi ini juga membahas tentang potensi daun kelor yang luar biasa. “Daun kelor itu superfood yang dapat meningkatkan nilai nutrisi dalam produk olahan ikan,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian Unggulan (HPU) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya, Malang. Bentuk acaranya didesain untuk mengubah cara pandang tentang gizi dan memberikan tindakan nyata dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya alam. Kolaborasi antara kampus dan dunia usaha dapat memberikan dampak positif pada penanganan stunting.

Sosialisasi ini mengetengahkan materi penelitian Tim UB, yang menghasilkan resep makanan terbaik bagi stunting. Tim penelitian yang dipimpin Prof. Sukoso ini diperkuat oleh anggota-anggota peneliti yang berkompeten, seperti Dr. Hartati Kartikaningsih, M.Si, Prof. Dr. Herawati, MP, dan tim mahasiswa pascasarjana.

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk ikan dan tanaman kelor (moringa oleifera). Keduanya secara signifikan dapat menyuplai gizi bagi ibu hamil dan balita. Namun cara mengolahnya memerlukan keterampilan tersendiri, terutama untuk mengurangi rasa anyir pada ikan air tawar dan juga mempertahankan kandungan bermanfaat dalam daun kelor. Tanpa pengolahan yang benar, zat-zat bermanfaat dalam daun kelor dapat hilang pada saat pemanasan yang berlebihan.

Kepala SMKN 4 Probolinggo, Agus Yudiyanton, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. “Langkah kecil ini dapat menjadi tonggak besar menuju masa depan yang lebih sehat,” katanya. Dengan pengetahuan yang semakin bertambah, pihaknya dapat membantu mencegah stunting di antara keluarga yang memiliki ibu hamil dan anak balita. (mjr.mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait