KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Ingin Jebol Kebuntuan, Pejabat Kemenko PMK Turun ke Pesawaran

18 Agustus 2023 | Berita, Media

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, YB. Satya Sananugraha memberikan arahan tentang stunting di Pesawaran (15/8/2023). (Foto: Kemeko PMK)

BANDAR LAMPUNG (stunting.go.id)- Sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Kemenko PMK) turun ke Desa Banjar Negri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Selasa (15/8/2023). Di tempat itu, para pejabat Kemenko PMK melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan menggelar rangkaian acara sosialisasi kepada masyarakat sasaran program.

Dari Kemenko PMK hadir Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, YB. Satya Sananugraha, dan Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan, Jelsi Natalia Marampa. Sedangkan dari unsur Pemkab Pesawaran hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Sunyiti, Ketua Tim Penggerak PKK, para camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu kabupaten prioritas lokus stunting sejak tahun 2020. Datangnya para pejabat pusat ke daerah ini dimaksudkan untuk menguatkan sinergitas lima pilar percepatan penurunan stunting. Yakni, komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, aksi konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat dan daerah, ketahanan pangan dan gizi, dan pemantauan evaluasi.

Untuk daerah-daerah yang menjadi lokus utama percepatan penurunan stunting diperlukan intervensi dari multisektor, dan yang terpenting adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran sendiri.

Di tengah tren penurunan stunting nasional dan regional, Kabupaten Pesawaran mencatat angka prevalensi stunting melonjak naik. Pada tahun 2022, angka prevalensi stunting Kabupaten Pesawaran menurut SSGI mencapai 25,1 persen, melonjak dari tahun sebelumnya (2021) sebesar 17,6 persen. Dari total 22.847 balita yang ada di wilayah ini, 584 di antaranya dinyatakan mengalami stunting. Penyumbang stunting terbesar adalah Kecamatan Kedondong (124 balita), Kecamatan Kota Dalam (75 balita), dan Kecamatan Gedongtataan (69 balita).

Selain Kabupaten Pesawaran, menurut SSGI tahun 2022 ada lima dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang angka prevalensi stuntingnya justru naik. Yakni, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Tulang Bawang. Kabar baiknya, peningkatan stunting di lima kabupaten itu tidak sampai membuat angka stunting Provinsi Lampung naik. Prevalensi stunting untuk tingkat Provinsi Lampung pada tahun 2022 menurun dari 18,5 persen pada tahun 2021 menjadi 15,2 persen,

Satu tahun menjelang tenggat waktu yang ditentukan Presiden Joko Widodo, strategi percepatan penurunan stunting oleh Pemkab Pesawaran kini diprioritaskan pada 43 desa. Desa-desa itu tidak memiliki sarana sanitasi yang memadai dan belum Open Defecation Free (ODF). Untuk melaksanakan tugas itu, Pemkab Pesawaran telah membentuk 256 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan 768 kader aktif. Mereka terdiri dari bidan, Tim Penggerak PKK, Kader Institusi Masyarakat Pedesaan yang telah mendapatkan orientasi dan materi.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Kabupaten Pesawaran, Hj. Nanda Indira Dendi, mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Audit Kasus Stunting yang bertanggungjawab melaksanakan audit kasus stunting dan rencana tindak lanjutnya. Ia berharap selain keseriusan unsur Pemda, masyarakat, dan unsur swasta juga memberikan perhatian. “Kegiatan percepatan penurunan stunting ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa peran serta masyarakat dan berbagai pihak,” kata istri Bupati Pesawaran. (mjr/mw)

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait