KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Gambaran Umum

Prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan tren penurunan dalam kurun waktu 2018–2024, dari 35,7% menjadi 23,2%, atau turun 12,5 poin persentase. Meskipun demikian, beban tantangan masih cukup besar dengan estimasi 161.843 balita yang berstatus stunting. 

Capaian tersebut perlu dilihat lebih lanjut dalam konteks dinamika kewilayahan dan dukungan pembiayaan yang menopangnya. Secara kewilayahan, sebagian besar kabupaten/kota berada pada kategori medium (>20%), dan terdapat 2 kabupaten dengan prevalensi di atas 30%. Dari 24 kabupaten/kota, sebanyak 22 daerah menunjukkan tren penurunan prevalensi. Namun demikian, masih terdapat dua daerah yang mengalami kenaikan prevalensi yang menunjukkan bahwa capaian belum merata sepenuhnya. Dari aspek pembiayaan, proporsi anggaran stunting tahun 2024 dan 2025 secara umum lebih besar dialokasikan untuk intervensi spesifik, dengan pola alokasi tahun 2025 yang relatif lebih proporsional dan cenderung sejalan dengan tingkat prevalensi antar daerah. Meskipun demikian, realisasi anggaran masih menunjukkan disparitas yang cukup lebar, dengan capaian tertinggi sebesar 98,9% dan terendah 23,6%.

Fokus Perhatian Berdasarkan Data

1. Terdapat faktor determinan yang cakupan layanannya belum memenuhi target minimal, yaitu :
– Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan 6x
– Ibu hamil mengonsumsi TTD ≥90 tablet selama kehamilan
– Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
– Bayi yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini
– Anak usia 6-23 bulan yang mengonsumsi makanan beragam
– Anak umur 6-59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan
– Anak usia dini yang pernah/ sedang mengikuti PAUD
– Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59
2. Berdasarkan kelompok umur, prevalensi stunting berturut-turut 26,8% (36-47 bulan), 26% (24-35 bulan), 25,1% (48-60 bulan), 21,7% (12-23 bulan), dan 14,6% (0-11 bulan). Ini artinya anak stunting di Sulsel rentan mengalami stunting saat memasuki umur 12 bulan dan risiko tersebut meningkat dengan bertambahnya umur.

Catatan Pembelajaran Awal

  • Penurunan prevalensi menunjukkan arah yang positif dan relatif konsisten, namun besarnya jumlah balita terdampak menegaskan bahwa percepatan tetap perlu dijaga agar laju penurunan tidak melambat dan tetap selaras dengan target nasional.
  • Masih terdapat indikator layanan kunci pada ibu hamil, bayi, dan balita yang cakupannya belum optimal, sementara pola risiko meningkat setelah anak memasuki usia di atas satu tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan mutu dan kesinambungan layanan sejak masa kehamilan hingga periode baduta dan balita agar intervensi berjalan utuh sepanjang siklus kehidupan.
  • Ketimpangan capaian antar kabupaten/kota serta variasi realisasi anggaran menunjukkan bahwa tata kelola dan pengendalian pelaksanaan program masih perlu diperkuat, sehingga alokasi yang telah relatif proporsional dapat benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan cakupan layanan dan penurunan prevalensi secara lebih merata.

Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Sulawesi Selatan menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.

Dokumen lengkap dapat diunduh melalui tautan berikut: