Data prevalensi stunting Provinsi Papua Tengah tersedia sejak 2023. Dalam periode 2023–2024, prevalensi mengalami penurunan sebesar 6,9 poin persentase, dari 39,4% menjadi 32,5%. Secara kewilayahan, dari 8 kabupaten/kota seluruhnya menunjukkan tren penurunan prevalensi. Meskipun demikian, secara tingkat prevalensi masih terdapat 5 kabupaten yang berada pada kategori tinggi (>30%) dan 3 lainnya berada pada kategori medium (>20%). Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tren membaik, beban stunting masih relatif tinggi di sebagian besar wilayah.
Dari sisi pendanaan, pada 2024 dan 2025 proporsi anggaran stunting lebih banyak dialokasikan untuk intervensi spesifik, kecuali dua kabupaten yang lebih dominan pada intervensi enabling. Alokasi anggaran tahun 2025 dinilai lebih proporsional dibandingkan 2024, dengan rasio anggaran tagging stunting terhadap APBD yang relatif sejalan dengan tingkat prevalensi. Namun demikian, realisasi serapan anggaran masih belum optimal dan menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar, berkisar antara 40,4% hingga 93,6%.
Fokus Perhatian Berdasarkan Data
Berdasarkan ketersediaan data, terdapat faktor determinan yang cakupan layanannya belum memenuhi target minimal, terutama :
- Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
- Anak usia dini yang pernah/ sedang mengikuti PAUD
Catatan Pembelajaran Awal
- Capaian penurunan di Papua Tengah dalam satu tahun menunjukkan adanya akselerasi yang positif. Namun, karena mayoritas kabupaten masih berada pada kategori tinggi, penguatan kualitas intervensi perlu semakin difokuskan agar tren penurunan berlanjut dan tidak melambat.
- Meskipun seluruh kabupaten menunjukkan tren membaik, beban stunting masih relatif berat di sebagian besar wilayah. Pendekatan afirmatif dan penguatan dukungan teknis perlu diprioritaskan pada kabupaten dengan kategori >30%.
- Alokasi 2025 yang lebih selaras dengan tingkat prevalensi merupakan langkah positif. Namun, kesenjangan serapan (40,4%–93,6%) menunjukkan masih adanya tantangan dalam perencanaan operasional, tata kelola pelaksanaan, dan monitoring program.
- Rendahnya cakupan makanan tambahan bagi ibu hamil serta partisipasi PAUD menunjukkan perlunya penguatan pada fase 1.000 HPK dan stimulasi dini anak. Perbaikan pada determinan ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap penurunan stunting secara berkelanjutan.
Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Papua Tengah menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.


