KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Ayo Ke Posyandu, Timbang Badan Untuk Cegah Stunting

24 Februari 2026 | Berita, Media

1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun merupakan periode emas tubuh kembang balita. Pada periode inilah otak, tubuh, dan sistem kekebalan berkembang pesat, karena itu pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan secara rutin menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap orang tua. Melalui pemantauan ini bisa dipastikan anak tumbuh sesuai usianya.

Hingga kini, stunting masih menjadi tantangan kesehatan balita di Indonesia. Anak dengan stunting biasanya ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dibanding anak seusianya. Secara teknis, stunting ditandai dengan tinggi atau panjang badan di bawah minus dua standar deviasi dari median pertumbuhan menurut usia.

Dampaknya tidak hanya pada tinggi badan, namun stunting juga menghambat perkembangan intelektual, kognitif, dan motorik, sehingga berpotensi mengurangi produktivitas dan menyebabkan kerugian di masa depan.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 19,8 persen. Baru 12 provinsi yang berhasil menurunkan angka di bawah 20 persen dan sebanyak 21 provinsi berada di kisaran 20-30 persen, serta 5 provinsi lainnya tercatat dengan prevalensi tinggi di atas 30 persen. Kondisi ini menunjukkan pencegahan stunting sejak dini masih perlu diperkuat, dengan pemberian makan bergizi dan pemantauan tumbuh kembang balita di 1000 HPK.

Kenapa Harus Ke Posyandu?

Setiap Februari dan Agustus, posyandu mengadakan kegiatan penimbangan rutin, sekaligus  pemberian Vitamin A gratis bagi bayi dan balita. Dilansir dari ayosehat.kemenkes.go.id ada banyak manfaat yang bisa didapat dari pemantauan rutin.

Melalui penimbangan berat badan, orang tua bisa memantau perkembangan anak, karena anak yang sehat, berat dan panjang badannya akan bertambah seiiring dengan pertambahan umur.

Tumbuh kembang yang terhambat menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan, termasuk stunting. Jika masalah pertumbuhan cepat terdeteksi dan ditangani, maka perbaikan pertumbuhan menjadi mungkin dilakukan dan anak bisa terhindar dari stunting.

Posyandu tidak hanya melakukan penimbangan dan pemberian Vitamin A saja, ada berbagai layanan yang diberikan secara gratis, seperti pemberian makanan tambahan, imunisasi dasar, hingga tersedia kelas stimulasi motorik.

Bagi orang tua, posyandu juga menjadi tempat diskusi dan belajar bersama tentang pola asuh yang baik untuk anak. Selain itu, ada juga informasi pangan bergizi. Untuk ibu hamil dan menyusui, posyandu juga menyediakan pemeriksaan kehamilan, edukasi ASI, hingga pemberian suplemen Tablet Tambah Darah (TTD)/Multiple Micronutrient Supplement(MMS).

 Tips Jika Pertumbuhan Anak Kurang

Langkah awal yang perlu dilakukan, jika anak mengalami pertumbuhan kurang adalah orang tua harus tenang dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan, untuk mendeteksi adanya penyakit atau kelainan.

Jika terdapat keduanya, maka dokter dan bidan akan memberikan perawatan, disertai dengan konseling dan pemberian makanan tambahan bergizi selama 28 hari. Kemudian, anak akan dipantau berat dan tinggi badan setiap minggunya.

Bila dalam minggu pertama sudah ada kenaikan, pemantauan tetap dilanjutkan hingga hari ke-28. Namun, jika belum ada perubahan, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyakit penyerta. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, anak dapat dirujuk ke dokter.

Manfaat pemantauan tumbuh kembang, akan semakin optimal jika dilakukan secara rutin setiap bulan. Jadi ayo sama-sama datang ke Posyandu untuk timbang berat dan ukur panjang badan. Jangan lupa untuk selalu berikan kecukupan gizi sebagai langkah awal cegah stunting.

Sumber:

https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hpk-kunci-cegah-stunting

https://ayosehat.kemkes.go.id/manfaat-penimbangan-balita-di-posyandu

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait