KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

9 Desember 2025 | Berita, Media

Dalam waktu dekat, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan kembali mengadakan Forum Nasional (Fornas) sebagai wadah berbagi ilmu, pengalaman, serta ruang diskusi dari berbagai kalangan masyarakat. Bertempat di Auditorium Leimena, Fornas kali ini mengangkat tema “Transformasi Hidup Sehat”.

Kepala BKPK, Asnawi, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang dialog inklusif dan komprehensif untuk mendukung penyusunan kebijakan transformasi hidup sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, informasi, diskusi, dan seruan yang disampaikan dalam momen ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup sehat.

Sebagai bagian dari proses penyusunan kebijakan, BKPK juga telah melakukan survei daring untuk memotret persepsi masyarakat tentang hidup sehat. Hasil survei menunjukkan, masyarakat mengaitkan hidup sehat dengan olahraga, pola makan, dan kesehatan mental.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutan kuncinya menjelaskan, perubahan perilaku masyarakat harus didorong melalui strategi kebijakan yang mencakup seluruh siklus hidup. Diketahui saat ini telah terjadi pergeseran tren penyebab kematian di Indonesia yang didominiasi oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dan PTM dapat dicegah melalui pola hidup sehat, langkah pencegahan lebih efektif daripada pengobatan.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 29,2% masyarakat Indonesia mengalami hipertensi berdasarkan hasil pengukuran. Selain itu, 11,7% penduduk berusia di atas 15 tahun menderita Diabetes Melitus (DM) berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah, dan 0,8% masyarakat didiagnosis mengalami penyakit jantung. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa dari setiap 1.000 penduduk Indonesia, 8,3% mengalami stroke dan 1,2% menderita kanker.

Menkes menerangkan, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk tetap sehat bebas dari penyakit, yaitu perubahan gaya hidup sehat dan rutin lakukan pengecekkan kesehatan. Perubahan gaya hidup bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan meminimalisir stress. Sementara, cek kesehatan dapar dilakukan dengan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CGK) yang telah diluncurkan oleh Pemerintah di tahun 2025.

Lebih lanjut, Menkes menambahkan, budaya hidup sehat harus mulai dari diri sendiri. Setiap orang harus menanamkan dalam dirinya bisa berumur panjang denga tetap bugar dan terhindar dari penyakit. “Kita harus bisa mendorong masyarakat untuk rajin berolahraga. Ciptakan pola pikir bahwa olahraga itu keren. Kita bebas memilih olahraga apa saja, baik itu lari, bersepada ataupun berenang yang penting dilakukan minimal 30 menit selama 5 kali seminggu,“ ujarnya seperti dikutip dalam badankebijakan.kemenkes.go.id.

Pada kesempatan yang sama, influencer gaya hidup sehat, Sally Tanudjaya menuturkan, sehat bukan sekadar tidak sakit, namun tetap bugar, fit, dan produktif. “Banyak yang belum peduli kesehatan, karena masih merasa sehat. Sehat bukan tidak sakit, tapi bugar, dimana bisa melakukan aktivitas penuh energi tanpa cepat lelah,” terangnya.

Narasumber lainnya, perenang berusia 85 tahun yang dinobatkan sebagai perenang wanita tertua dan terbaik 2025 versi Wirawati Cup, Kartini Sapardjiman menegaskan, kunci hidup sehat dan panjang umurnya adalah disiplin olahraga sejak muda, membatasi makan, dan selalu berpikir positif.

Untuk identifikasi tantangan lebih mendalam, sesi diskusi pada Fornas dibagi ke dalam enam topik yaitu, pola makan sehat, aktivitas fisik dan kebugaran, stop adiksi (merokok dan zat aditif lainnya), kesehatan mental dan sosial, pencegahan dan deteksi dini penyakit, dan personal higiene, sanitasi, dan lingkungan sehat. Melalui diskusi ini, diharapkan juga adanya rekomendasi konkret untuk memperkuat implementasi gaya hidup sehat di masyarakat.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Fornas diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak guna untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk mewujudkan kualitas hidup lebih baik menuju Indonesia Emas.
Indonesia 2045 menargetkan masyarakat yang produktif, sehat, dan berdaya saing. Melalui Fornas, berbagai pihak berkumpul untuk menyusun kebijakan berbasis pencegahan yang selaras dengan pilar preventif dan promotif. Mulai dari layanan primer, kesehatan mental, gizi, hingga deteksi dini. Pendekatan ini diharapkan mampu menurunkan beban PTM, memperpanjang usia harapan hidup, serta mengurangi biaya kesehatan nasional.

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait