Kinerja penurunan stunting di Kepulauan Bangka Belitung belum menunjukkan percepatan yang signifikan. Dalam periode 2018–2024, prevalensi hanya turun 3,3 poin, dari 23,4% menjadi 20,1% (sekitar 0,5 poin per tahun). Setelah mencapai 18,5% pada 2022, prevalensi kembali meningkat pada 2023 dan stagnan pada 2024. Kondisi ini menempatkan Bangka Belitung pada kategori medium, sedikit di atas rata-rata nasional (19,8%). Secara absolut, diperkirakan masih terdapat sekitar 25.034 balita yang mengalami stunting.
Secara kewilayahan, capaian penurunan belum sepenuhnya merata. Dari 7 kabupaten/kota, 5 wilayah menunjukkan tren penurunan prevalensi, sementara 2 kabupaten lainnya justru mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, secara keseluruhan masih terdapat 3 kabupaten dengan prevalensi pada kategori medium. Dari sisi pembiayaan, alokasi anggaran penanganan stunting pada tahun 2024 dan 2025 sebagian besar telah diarahkan pada intervensi spesifik. Selain itu, alokasi tahun 2025 menunjukkan pola yang lebih proporsional, di mana besaran anggaran antarwilayah semakin selaras dengan tingkat prevalensi stunting. Namun demikian, realisasi anggaran tahun 2024 masih menunjukkan variasi yang cukup lebar, dengan tingkat serapan berkisar antara 38,6% hingga 93,66%.
Fokus Perhatian Berdasarkan Data
1. Sebagian besar cakupan layanan esensial masih berada di bawah target yang diharapkan , yaitu:
• Pemeriksaan kehamilan 6x selama kehamilan
• Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
• Bayi yang mendapatkan IMD
• Anak 12-23 bulan yang mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
• Anak usia 6-23 bulan mengonsumsi makanan beragam
• Anak umur 6-59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan
• Anak usia dini yang pernah mengikuti PAUD
• Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59
2. Berdasarkan kelompok umur, prevalensi stunting didominasi oleh anak usia di atas satu tahun, dengan prevalensi 15,9% (0–11 bulan), meningkat menjadi 22,3% (12–23 bulan), dan mencapai puncak pada usia 24–35 bulan sebesar 22,9%, sebelum menurun secara bertahap pada kelompok usia berikutnya. Pola ini menunjukkan bahwa banyak anak tidak lahir dalam kondisi stunting, tetapi mulai mengalami gangguan pertumbuhan setelah memasuki masa pemberian makanan pendamping ASI.
Pembelajaran Awal
- Penurunan prevalensi yang relatif stagnan dan disertai kenaikan kembali setelah tahun 2022 menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di Bangka Belitung masih memerlukan penguatan yang lebih konsisten dan berkelanjutan.
- Dominasi kasus stunting pada anak usia di atas satu tahun serta masih rendahnya cakupan beberapa layanan esensial menunjukkan pentingnya penguatan intervensi gizi, pemantauan pertumbuhan, dan pencegahan infeksi secara berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun ke atas.
- Masih adanya kabupaten dengan prevalensi kategori medium serta variasi realisasi anggaran menunjukkan perlunya penguatan efektivitas implementasi dan pendekatan berbasis prioritas wilayah agar percepatan penurunan dapat terjadi secara lebih merata.
Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.


