Prevalensi stunting di Provinsi Jambi pada tahun 2024 tercatat sebesar 17,1%. Dibandingkan dengan baseline tahun 2018 sebesar 30,1%, terjadi penurunan signifikan sebesar 13,0 poin persentase dalam enam tahun terakhir. Capaian ini menunjukkan kemajuan substansial dan menempatkan Jambi dalam kategori prevalensi rendah secara nasional. Namun demikian, tren terbaru menunjukkan adanya peningkatan Kembali dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 13,5%, sehingga mengindikasikan perlunya konsistensi dan penguatan intervensi untuk menjaga keberlanjutan penurunan. Saat ini diperkirakan sekitar 51.382 balita di Provinsi Jambi masih mengalami stunting.
Variasi capaian antar kabupaten/kota juga menunjukkan bahwa tantangan stunting belum merata. Tercatat 3 dari 11 kabupaten kota memiliki prevalensi pada kategori medium (>20%). Selain itu, meskipun seluruh kabupaten/kota menunjukkan tren penurunan sejak 2018, kecepatan penurunan tidak merata, dengan beberapa wilayah mengalami penurunan yang relatif lambat. Dari sisi pembiayaan, alokasi anggaran percepatan penurunan stunting di Provinsi Jambi mencakup intervensi spesifik, sensitif, dan enabling yang mendukung implementasi program lintas sektor. Namun, ketimpangan penyerapan realisasi anggaran stunting 2024 terpantau lebar, yaitu terendah 32,05% dan tertinggi 129,83 %.
Fokus Perhatian Berdasarkan Data
- Beberapa indikator intervensi kunci masih berada di bawah target cakupan yang diharapkan (>80%), terutama pada:
- Pemeriksaan kehamilan 6x selama kehamilan
- Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
- Bayi yang mendapatkan IMD
- Anak umur 12-23 bulan yang mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
- Balita yang melakukan penimbangan berat badan sesuai standar (≥8x setahun)
- Anak umur 6-59 bulan mendapat makanan tambahan
- Anak usia dini yang pernah/ sedang mengikuti PAUD
- Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59 bulan berdasarkan diagnosis dan gejala
- Distribusi prevalensi stunting berdasarkan kelompok umur menunjukkan pola sebagai berikut: 11,2% pada usia 0–11 bulan, 18,9% pada usia 12–23 bulan, 19,6% pada usia 24–35 bulan, 15,5% pada usia 36–47 bulan, dan 18,1% pada usia 48–60 bulan. Pola ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak di Provinsi Jambi tidak lahir dalam kondisi stunting, namun mulai mengalami perlambatan pertumbuhan setelah memasuki usia di atas 12 bulan, dengan puncak risiko terjadi pada usia 12–35 bulan.
Pembelajaran Awal
- Penurunan prevalensi sebesar 13,0 poin sejak 2018 menunjukkan kemajuan signifikan, namun peningkatan kembali pada tahun terakhir mengindikasikan bahwa keberlanjutan intervensi dan konsistensi implementasi masih perlu diperkuat untuk menjaga momentum penurunan.
- Rendahnya cakupan layanan esensial ibu dan anak serta meningkatnya prevalensi setelah usia 12 bulan menegaskan perlunya penguatan kesinambungan layanan dan intervensi gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, khususnya masa transisi MPASI, untuk mencegah perlambatan pertumbuhan sejak dini.
- Masih adanya ketimpangan prevalensi antar kabupaten dan cakupan indikator yang masih rendah menunjukkan bahwa efektivitas intervensi dan pembiayaan perlu diperkuat melalui pendekatan berbasis prioritas wilayah dan peningkatan kualitas implementasi lintas sektor agar dampak penurunan stunting lebih optimal.
Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Jambi menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.


