KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Kuatkan Gizi Membangun Generasi

5 Desember 2025 | Berita, Media

Begitulah tema yang diangkat dalam perayaan Bandung ICONIC (Innovation Contest and Coaching Clinic) yang digelar di Taman Sejarah Balai Kota, Bandung pada akhir November 2025 ini.

Dalam laporan penyelenggaraan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menjelaskan kegiatan ini merupakan komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas layanan gizi dan percepatan penurunan stunting di wilayah Kota Bandung.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, menunjukkan prevalensi stunting di Kota Bandung mengalami kenaikan dari 16,3% pada tahun 2023 menjadi 22,8% pada tahun 2024, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Diikuti kurang lebih oleh 500 peserta dari semua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, LSM, pelajar sekolah, mahasiswa, media, orang tua murid, hingga komunitas, Anton berharap acara ini bisa menjadi event edukasi publik dan pertukaran pembelajaran yang bisa menginspirasi banyak pihak untuk mendukung peningkatan gizi dan penurunan prevalensi stunting di Kota Bandung.

“Terkait ini, inovasi dan kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar kita mampu membangun generasi Bandung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tekannya.

Bandung Iconic adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Bandung dengan tujuan menjadi sarana peningkatan layanan gizi dan percepatan penurunan stunting yang masih terjadi di Indonesia, termasuk di Kota Bandung.

Bukan sekadar menampilkan beragam inovatif untuk perbaikan gizi dan penanganan stunting, Bandung Iconic menjadi wadah peningkatan kreatifitas dan edukasi yang juga dimeriahkan dengan perlombaan, pertunjukkan hiburan, pemberian penghargaan, hingga talkshow interaktif di isu stunting dan gizi.

Sementara itu, pada sesi pembukaan, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan, Pemkot Bandung secara konsisten melakukan berbagai upaya untuk percepatan penurunan stunting, salah satunya dengan melakukan monitoring dan evaluasi rutin kepada program percepatan penurunan stunting yang berjalan di seluruh kecamatan.

“Pemkot telah menyiapkan rangkaian monitoring dan evaluasi terstruktur mulai dari self-assesment hingga penetapan praktik baik dari SPPG sebagai peningkatan kualitas layanan gizi, dan juga penilaian terhadap TPPS tingkat kecamatan. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dan tekad bersama menurunkan stunting di Kota Bandung,” papar Iskandar.

Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM, Setwapres, Dyah Kusumastuti, menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tapi tantangan multidimensi yang menyangkut masa depan bangsa. Stunting menghambat perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, melemahkan daya tahan tubuh, dan pada akhirnya mengancam produktivitas generasi mendatang.

“Oleh karena itu, pada kesempatan baik ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk memperbaiki koordinasi lintas sektor, meningkatkan cakupan dan kualitas intervensi prioritas. Sehingga setiap kelompok sasaran harus dapat dipastikan memperoleh intervensi yang diperlukan.

Dengan memastikan itu semua, maka prevalensi stunting dapat kita turunkan,” jelasnya.Dengan kompleksitas yang ada, penaganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Terlebih, pemerintah juga telah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2% pada 2029 mendatang dan capaian daerah menjadi salah satu faktor penting keberhasilan target tersebut.

Dyah menambahkan, terdapat 5 arahan Wapres dalam percepatan penurunan stunting yang disampaikan dalam Rakornas PPS 2025 ini, yaitu fokus pada pencegahan di 1000 HPK, kuatkan koordinasi lintas sektor, manfaatkan data dengan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan, replikasi dan pengembangan inovasi, dan lakukan edukasi publik yang intensif.

Pada kesempatan Dyah juga mengapresiasi penyelenggaraan Bandung Iconic. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting

“Pada momentum ini kami juga mau mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kerja cerdas, kerja keras dan kerja kolaborasi dalam melakukan percepatan penurunan stunting. Mari kita manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya sebagai ruang pembelajaran, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan,” pungkas Dyah.

BAGIKAN

Baca Juga

Link Terkait