Data prevalensi stunting Provinsi Papua Pegunungan tersedia sejak 2023. Prevalensi meningkat dari 37,3% pada 2023 menjadi 40% pada 2024 (naik 2,7% poin). Seluruh 8 kabupaten di provinsi ini berada pada kategori prevalensi tinggi (>30%), sehingga beban stunting bersifat merata dan serius di seluruh wilayah. Secara kewilayahan, hanya 2 kabupaten yang menunjukkan tren penurunan prevalensi. Kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Tolikara hingga 25% poin. Kondisi ini menunjukkan ketimpangan capaian antarwilayah yang cukup tajam.
Dari sisi pendanaan, pada 2024 proporsi anggaran stunting umumnya lebih banyak dialokasikan untuk intervensi sensitif. Namun pada 2025 terjadi pergeseran dengan porsi lebih besar pada intervensi enabling dan spesifik. Meski demikian, alokasi anggaran 2025 dinilai kurang proporsional jika dibandingkan dengan tingkat prevalensi, dan rasio anggaran tagging stunting terhadap APBD belum sepenuhnya sejalan dengan beban masalah di masing-masing daerah. Realisasi anggaran tahun 2024 juga belum optimal, dengan serapan berkisar antara 45,7% hingga 86,5%, yang menunjukkan masih adanya tantangan dalam efektivitas pelaksanaan program.
Fokus Perhatian Berdasarkan Data
Berdasarkan ketersediaan data, terdapat faktor determinan yang cakupan layanannya belum memenuhi target minimal, terutama :
- Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
- Anak usia dini yang pernah/ sedang mengikuti PAUD
Catatan Pembelajaran Awal
- Kenaikan prevalensi di Papua Pegunungan menegaskan perlunya pendekatan luar biasa. Intervensi yang ada relatif belum cukup kuat menahan laju masalah. Diperlukan penguatan tata kelola, pendampingan intensif, serta afirmasi kebijakan yang lebih terarah pada wilayah dengan kenaikan tajam.
- Ketidaksejajaran antara tingkat prevalensi dan alokasi anggaran mengindikasikan perlunya penajaman perencanaan berbasis data.
- Rendahnya cakupan ibu hamil yang mendapatkan makanan tambahan dan partisipasi anak usia dini dalam PAUD menunjukkan bahwa faktor determinan awal kehidupan belum optimal. Perbaikan pada fase 1.000 HPK dan stimulasi dini perlu menjadi prioritas untuk memutus siklus stunting sejak dini.
Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Papua Pegunungan menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.


