KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Gambaran Umum

Prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren penurunan dalam kurun waktu 2018–2024, dari 32,5% menjadi 23,8% atau turun 8,6 poin persentase (sekitar 1,4 poin per tahun). Capaian ini mencerminkan kemajuan yang cukup baik, meskipun angka prevalensi masih berada pada kategori medium dan diperkirakan masih terdapat sekitar 22.822 balita yang mengalami stunting.

Secara kewilayahan, sebagian besar kabupaten/kota berada pada kategori medium, dengan satu daerah masih berada di atas 30%. Dari 6 kabupaten/kota, 5 menunjukkan tren penurunan prevalensi, namun terdapat 1 kota yang justru malah mengalami kenaikan.Dari aspek pembiayaan, alokasi anggaran stunting tahun 2024 dan 2025 lebih banyak diarahkan pada intervensi spesifik. Namun, pada 2025 rasio anggaran tagging terhadap APBD belum sepenuhnya selaras dengan tingkat prevalensi masing-masing daerah, dan realisasi serapan anggaran masih belum optimal (berkisar dari 49,73 % – 83,66 %).

Fokus Perhatian Berdasarkan Data

1. Terdapat faktor determinan yang cakupan layanannya masih berada di bawah target, terutama dalam hal :
– Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan 6x
– Ibu hamil mengonsumsi TTD ≥90 tablet selama kehamilan
– Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
– Bayi yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini
– Anak usia 12-23 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap
– Anak usia 6-23 bulan yang mengonsumsi makanan beragam
– Balita yang melakukan penimbangan berat badan sesuai standar (≥8x setahun)
– Anak umur 6-59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan
– Anak usia dini yang pernah/ sedang mengikuti PAUD
– Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59 bulan
2. Berdasarkan kelompok umur, prevalensi stunting berturut-turut 28,7% (24-35 bulan), 23,8% (36- 47 bulan), 23,4% (48-60 bulan), 23,3% (12-23 bulan), dan 18,6% (0-11 bulan). Ini artinya anak stunting di Gorontalo rentan mengalami stunting saat memasuki umur 12 bulan dan risiko tsb bertambah dengan bertambahnya umur.

Catatan Pembelajaran Awal

  • Penurunan prevalensi menunjukkan kemajuan, namun posisi yang masih berada pada kategori medium serta adanya daerah yang mengalami kenaikan menegaskan perlunya menjaga konsistensi kinerja dan mencegah ketimpangan antarwilayah.
  • Meskipun alokasi telah memprioritaskan intervensi spesifik, ketidakselarasan rasio anggaran dengan tingkat prevalensi serta realisasi yang belum optimal menunjukkan perlunya penajaman perencanaan, pemerataan berbasis kebutuhan, dan penguatan pengendalian pelaksanaan.
  • Belum tercapainya target pada berbagai layanan esensial ibu dan anak, serta meningkatnya risiko stunting sejak usia di atas satu tahun hingga balita, menegaskan pentingnya penguatan mutu layanan dan intervensi berkelanjutan sejak kehamilan dengan prioritas pada 1.000 HPK serta kesinambungan hingga usia lima tahun.

Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Gorontalo menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.

Dokumen lengkap dapat diunduh melalui tautan berikut: