KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Gambaran Umum

Perkembangan stunting di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren yang cukup progresif dalam enam tahun terakhir. Sejak 2018 hingga 2024, prevalensi turun dari 23,6% menjadi 15%, atau berkurang 8,6 poin persentase (sekitar 1,4 poin per tahun). Dengan capaian tersebut, posisi Kepulauan Riau termasuk dalam kategori prevalensi rendah dan berada di bawah rata-rata nasional (19,8%). Meski demikian, secara absolut masih terdapat sekitar 35.592 balita yang mengalami stunting sehingga upaya percepatan tetap perlu dijaga konsistensinya.

Penurunan prevalensi terjadi di seluruh 7 kabupaten/kota sejak 2018, menunjukkan kemajuan yang merata di tingkat wilayah. Namun demikian, masih terdapat 1 wilayah (Kabupaten Karimun) dengan prevalensi di atas 20%. Dari sisi pembiayaan, proporsi anggaran stunting pada tahun 2024 dan 2025 sebagian besar telah diarahkan pada intervensi spesifik. Namun demikian, alokasi tahun 2025 menunjukkan keselarasan yang belum sepenuhnya konsisten dengan tingkat prevalensi antarwilayah, sehingga efektivitas penargetan anggaran masih perlu diperkuat. Selain itu, realisasi anggaran tahun 2024 masih menunjukkan variasi antar daerah, yaitu dari 62,1% – 105.0 %

Fokus Perhatian pada Data

  1. Terdapat cakupan intervensi percepatan penurunan stunting yang masih berada di bawah target 80%. Pemeriksaan kehamilan 6x selama kehamilan
  • Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
  • Bayi yang mendapatkan IMD
  • Anak 12-23 bulan yang mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
  • Anak usia 6-23 bulan mengonsumsi makanan beragam
  • Anak umur 6-59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan
  • Anak usia dini yang pernah mengikuti PAUD
  • Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59
  1. Berdasarkan kelompok umur, prevalensi cenderung meningkat pada usia yang lebih tua, yakni 9,2% (0–11 bulan), 12,5% (12–23 bulan), 15% (24–35 bulan), 15,1% (36–47 bulan), dan mencapai 20,5% pada usia 48–60 bulan. Pola ini menunjukkan bahwa risiko stunting meningkat setelah anak melewati usia dua tahun,

Pembelajaran Awal

      1. Penurunan dengan tren yang membaik di seluruh kabupaten/kota menunjukkan bahwa strategi percepatan di Kepulauan Riau berjalan relatif efektif. Namun, masih adanya satu wilayah dengan prevalensi di atas 20% (Kabupaten Karimun) menegaskan bahwa meskipun capaian provinsi sudah rendah, tingkat stunting masih relatif lebih tinggi di wilayah tersebut sehingga memerlukan perhatian dan intervensi yang lebih terarah.
      2. Masih rendahnya cakupan sejumlah intervensi kunci menunjukkan perlunya penguatan mutu dan kesinambungan layanan dasar. Risiko stunting yang meningkat setelah usia dua tahun juga menuntut adanya intervensi gizi, pencegahan infeksi, dan pemantauan pertumbuhan yang tetap perlu diperkuat secara berkelanjutan.
      3. Meskipun sebagian besar anggaran telah diarahkan pada intervensi spesifik, keselarasan alokasi antarwilayah belum sepenuhnya konsisten dan realisasinya masih bervariasi. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ketepatan penargetan dan konsistensi pelaksanaan agar pembiayaan lebih efektif menjangkau wilayah dengan prevalensi lebih tinggi.

Dokumen lengkap Stunting dalam Angka Provinsi Kepulauan Riau menyajikan rincian data prevalensi, distribusi wilayah, capaian indikator program, analisis median berat badan menurut umur, serta rekomendasi spesifik wilayah. Data ini dapat dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting.

Dokumen lengkap dapat diunduh melalui tautan berikut: