Provinsi Lampung berhasil menurunkan angka stunting dari 27,3% pada 2018 menjadi 15,9%, pada 2024 atau turun sebesar 11,4 poin persentase dalam 6 tahun. Capaian ini menempatkan Lampung dalam kategori prevalensi rendah dan berada di bawah rata-rata nasional (19,8%). Penurunan tersebut menunjukkan kemajuan yang konsisten dalam upaya percepatan penurunan stunting. Namun demikian, secara absolut masih diperkirakan terdapat sekitar 110.193 balita yang mengalami stunting.
Tren penurunan stunting dari 2018-2024 ini secara umum terjadi di hampir seluruh wilayah (14 dari 15 kabupaten/kota). Terdapat satu kabupaten yang mengalami penurunan yang tidak signifikan dan satu kota menunjukkan stagnansi. Selain itu, masih terdapat 3 kabupaten yang mencatat prevalensi pada kategori medium (≥20%). Dari sisi pembiayaan, alokasi anggaran tahun 2024 dan 2025 sebagian besar telah diarahkan pada intervensi spesifik dan secara umum menunjukkan kesesuaian dengan tingkat prevalensi antarwilayah. Namun demikian, realisasi anggaran masih menunjukkan variasi yang cukup lebar, dengan serapan berkisar antara 31,2% hingga 93,0%, sehingga penguatan konsistensi pelaksanaan dan efektivitas implementasi tetap diperlukan agar pembiayaan dapat memberikan dampak optimal.
Fokus Perhatian Berdasarkan Data
1. Beberapa indikator intervensi kunci masih berada di bawah target cakupan yang diharapkan, yaitu :
• Pemeriksaan kehamilan 6x selama kehamilan
• Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan
• Bayi yang mendapatkan IMD
• Anak 12-23 bulan yang mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
• Anak usia 6-23 bulan mengonsumsi makanan beragam
• Anak umur 6-59 bulan yang mendapatkan makanan tambahan
• Anak usia dini yang pernah mengikuti PAUD
• Pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada anak umur 0-59 bulan berdasarkandiagnosis dan gejala
2. Berdasarkan kelompok umur, prevalensi stunting meningkat seiring bertambahnya usia, yaitu 8,3% (0–11 bulan), 15,4% (12–23 bulan), 19,1% (24–35 bulan), 19,2% (36–47 bulan), dan 15,3% (48–60 bulan). Pola ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak tidak lahir dalam kondisi stunting, namun mulai mengalami peningkatan risiko setelah usia 12 bulan dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 24–47 bulan
Pembelajaran Awal
- Penurunan sebesar 11,4 poin persentase sejak 2018 menunjukkan kemajuan yang kuat dan konsisten, sehingga Lampung telah mencapai kategori prevalensi rendah dan perlu menjaga momentum penurunan secara berkelanjutan.
- Masih rendahnya cakupan beberapa layanan esensial ibu dan anak serta meningkatnya prevalensi setelah usia 12 bulan menunjukkan perlunya penguatan kesinambungan layanan, intervensi gizi, dan pemantauan pertumbuhan terutama pada periode awal kehidupan anak.
- Masih adanya wilayah dengan prevalensi ≥20% serta variasi realisasi anggaran antarwilayah menunjukkan perlunya penguatan efektivitas implementasi dan pendekatan berbasis prioritas wilayah agar dampak intervensi lebih merata.
Penutup
Dokumen Stunting dalam Angka Provinsi Lampung menyajikan analisis situasi stunting berbasis data yang mencakup tren prevalensi, distribusi antarwilayah, capaian indikator program, analisis pertumbuhan anak berdasarkan berat badan menurut umur, serta identifikasi wilayah prioritas intervensi. Informasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemajuan yang telah dicapai serta tantangan yang masih perlu diatasi.


